URANG SUMANDO
Urang Sumando Urang Sumando" berasal dari bahasa Melayu Kuno, di mana "su" berarti badan dan "mando" berarti menumpang sementara. Dalam konteks Minang, "urang sumando" (orang sumando) adalah suami yang tinggal di rumah istrinya, sementara istrinya disebut "mandan" dan keluarga pihak lelaki menyebut istri saudara lelakinya sebagai "pasumandan" Dalam adat Minang posisi urang Sumando digambarkan sebagai “Bak abu di ateh tunggua” artinya posisinya sangatlah lemah. Namun, meskipun posisinya sangat lemah di tengah keluarga istrinya sebagai urang Sumando ia sangatlah dihormati. Seorang suami jika masih tinggal/ menetap dirumah keluarga istri maka oleh keluarga istrinya ia dianggap sebagai seorang tamu yang dihormati/ disegani. Dia hadir di rumah keluarga istri karena terjadi pernikahan, namun seorang sumando dia tidak termasuk anggota keluarga pihak istrinya. Dengan kata lain kedudukannya seperti pepatah Minangkabau; sadalam-dalam ...